Saya melihat begitu kreatif, lucu, ngeselin dan mungkin sedikit menahan tawa, ketika seorang teman memberitahu gambar itu.
Jangan dicari di pelabuhan di daerah terdekat, karena sulit dijumpai, jangan-jangan malah bikin kita muntah melihat pelabuhan atau penyeberangan di daerah kita, terkesan kotor, kumuh dan tak terjaga kebersihannya, apalagi ketika melihat kapal yang kita gunakan sebagai sarana transportasi laut itu penuh karat dan sesak dengan pedagang asongan di dalam kapal.
Memang dibedakan, mana pelabuhan bongkar muat barang dengan kapal penumpang, tapi yang namanya mata, nglirik sana ngelirik sini, dan banyak menangkap pemandangan semrawut.
ps : menungu-nunggu jembatan suramadu segera diresmikan, kapal-kapal penyeberangan mau dibawa kemana ya?, parkir atau malah jadi kiloan di besi tua.

Are you gadget lovers? ah saya sih tidak terlalu, bahkan cenderung apa adanya.
Singkat saja, mungkin terkesan buka rahasia dapur, tapi tak apalah, dan lagi ini bukan top secret yang perlu ditutupi rapat-rapat.
Andai saja banyak mall disini yang menggunakan tangga manual, bukannya lift yang biasa kita jumpai itu, ada baiknya juga, selain menyehatkan badan, juga sekaligus menyehatkan isi kantong kita. Dan tentunya akan mengurangi kegemaran kita ke mall, meskipun hanya sekedar jalan-jalan, ngelihat tangga begituan kan harus dengan persiapan fisik bak olahragawan kan?.
Langsung saja, saya menyebutnya penjilat, tapi teman yang lain mengatakan itu hal yang biasa terjadi di setiap tempat, dengan alih-alih kompitisi, bersaing ataupun prestasi.
“Tak ada kasur dimanapun jadi” begitu seorang teman mengatakan sewaktu saya melihat dia terantuk-antuk didepan meja kerjanya.
Juliet:





Mon, Aug 18, 2008
8 Comments