Aha, mungkin orang lain punya semacam excuse untuk tidak membelinya, selain yang katanya makanan cepat saja kurang baik bagi kesehatan ada lagi alasan, “mahal”, yang ini sih tidak mengherankan bagi ukuran kantong saya, meskipun banyak paket hemat yang disediakan, atau mereka kaum vegetarian?.
Entah apa maksudnya dengan kata menyiksa, bagi saya sih menyiksa kantong itu yang pertama, menyiksa kesehatan itu baru kemudian, mungkin hal ini karena beda kesadaran tetang kesehatan dengan mereka diluar sana, urutannya menjadi terbalik. Apa malah pendapat mereka jauh berbeda dari exkspetasi saya?, Wah… embuhlah, anggap saja saya terlalu memaksa mengartikannya.
Tetapi, tidak dengan alih-alih murah, lantas membeli dan kemudian hari diketahui kalo itu adalah barang sisa yang diolah kembali.
Ah… saya masih suka dengan nasi karak dengan goreng tempe panas dan parutan kelapa itu, masih adakah? atau malah sampean ndak tahu nasi karak? atau tidak beredar gara-gara rame makanan daur ulang?.







October 19th, 2008 at 3:53 am
Aq taunya karak tok mas,la daerahku penghasil karak,salatiga gitu