Sepertinya, kata “sibuk” bagi saya hanyalah sekedar justifikasi atas terbengkalainya semua pekerjaan yang sudah mendekati tenggat waktu. “action start in last minute”, begitu kata seorang teman, setengah melekatkan predikat itu pada diri saya.
Ya, ada benarnya juga kata teman saya itu, saya memang sok sibuk, dan sejujurnya saya memang sok begitu, sok menyibukkan diri, seolah tak punya sedikit waktu untuk sekedar melihat sekeliling, mengerjakan yang lain, menjadikan pekerjaan yang satu itu menjadi awet tak terselesaikan, akibatnya, begadang dengan resiko semakin berantakan menjadi jalan keluar, dan herannya, selalu dilakukan berulang-ulang. tak pernah kapok dan merasa aman. duh!
Time management, schedule, work in process list, seakan menjadi beban di pundak yang lain, sibuk apa memang ndak bisa mengatur waktu? ( bertanya pada diri sendiri!).







November 16th, 2008 at 12:49 pm
Saya banget itu mas, saya ini suka menunda-nunda pekerjaan di kantor. Pekerjaan yang harusnya bisa di cicil di awal-awal minggu malah baru di lembur ketika akan di laporkan. Kenapa bisa begitu ya mas ? mungkin obatnya dari diri sendiri.
November 19th, 2008 at 1:37 am
tapi terlihat sibuk itu perlu lo…biar atasan terkesan he3x
November 25th, 2008 at 12:47 pm
postingan in terasa semakin ambigu saja!