RSS

Perokok

Mon, Nov 17, 2008

Activities, Blog, Daily, Live, Uncategorized

Saya memang tak bisa lepas dari barang yang satu ini, entah kenapa, kecanduan? ah itu sudah pasti.

Ada beberapa tempat yang memang dilarang merokok, selain bahaya bagi kesehatan diri sendiri, berbahaya juga buat orang lain, saya masih merasa nyaman dan setuju-setuju saja dengan aturan itu, ketika berada ditempat yang benar-benar dilarang untuk merokok, saya cuman berpikir, “toh saya bisa merokok di lain tempat”, kalimat itu yang selalu saya bisikkan ketika darah dalam tubuh sudah teriak minta disupply nikotin itu.

Ada keinginan besar untuk segera berhenti, baca sana-sini untuk mencari cara jitu berhenti merokok, tapi memang, semua kembali ke diri kita masing-masing, mau berhenti apa terus tanpa kendali. Hm… masih saja  saya mencari cara sim salabim dan hitungan ketiga langsung tidur bak seorang hipnotherapy yang sekejap bisa mengelabui mata, melihat sebatang rokok menjadi sebatang ular yang tak mungkin saya bakar di ujung satu dan saya hisap diujung yang lain.

ah… andai ada yang mau berbagi sedikit saja, selain kesehatan sampean sudah menyelamatkan jantung ekonomi saya dari kekeringan setiap tengah bulan seperti ini.

gambar dari : http://www.quitsmokes.us

, , , ,

This post was written by:

jempol - who has written 40 posts on jempolkaki.com.

Jempol kanan saudara jempol kiri dan satu ibu kandung, jempolkaki!

Contact the author

4 Comments For This Post

  1. nita Says:

    wah baca soal rokok ini jadi teringat temenku yg masih kepala 3 minggu lalu meninggal krn kanker paru akibat rokok

  2. Daiichi Says:

    Rokok setali tiga uang.. dilarang pabriknya memiliki kontribusi yang banyak untuk negara dan lapangan pekerjaan, disetujui membuat penyakit banyak orang dan ga semua orang juga suka rokok…!!! gaman dung??

  3. Catatan Muslim Says:

    Semoga yang merokok bisa tumbuh kesadarannya untuk tidak merokok…

  4. norjik Says:

    yg jls saya juga perokok dan pakai tambahan kata “BERAT” .. jadi PEROKOK BERAT. Keinginan berhenti sudah besar sekali mengingat harga rokok yang smakin meningkat terlebih pendapatan saya yang pas-pasan. Bener kata sampean, smua kembali ke diri sendiri .. “MAU BRENTI apa ENGGAK” !!. Karena slain nikmat di mulut, efek nikotin itu juga sudah mempengaruhi psikologi kita. Jadi cukup sulit rasanya untuk berhenti total jika masih setengah-setengah. Walau saya seorang perokok berat, saya tau banget bahwa rokok itu TIDAK ADA GUNANYA SAMA SKALI, yang ada hanya MERUGIKAN KESEHATAN dan mempengaruhi Ekonomi.

Leave a Reply

Top incoming search terms for this post