Sepertinya, lapangan bola akan semakin sulit didapat, dan akhirnya, olahraga yang katanya merakyat itu bisa jadi hanya dinikmati beberapa orang saja.
Tentunya, manusia juga akan semakin kreatif, alternatif sepak bola ringkas seperti futsal semakin ngetrend dan digemari saja, dan tentu demand sperti ini semakin membuat sewa lapangan futsal juga semakin mahal.
Ujung-ujungya main bola mini itu mesti bayar juga, ndak lagi gratis, ndak lagi merakyat, ndak bisa lagi main di lapangan luas seperti masa kecil dulu, dan ndak bisa lagi nyèkêr (baca : tanpa sepatu) lantaran pemilik futsal melarang penyewa lapangan untuk tidak bersepatu.
Wah… mungkin tulisan ini hanyalah suatu kebetulan, lantaran seorang teman mengajak saya main bola lagi, sekedar menjaga metabolisme katanya, lantaran usia seperti saya meraih prestasi itu cuman mimpi.



Sementara menolak pekerjaan, bukannya menolak rezki Tuhan, dan lebih tepatnya menunda pekerjaan untuk sementara waktu.







Thu, Oct 23, 2008
3 Comments