Sementara menolak pekerjaan, bukannya menolak rezki Tuhan, dan lebih tepatnya menunda pekerjaan untuk sementara waktu.
Setahun bukan waktu yang pendek untuk menunggu waktu libur barang cuman seminggu, berkumpul bersama keluarga besar merupakan kebahagiaan tersendiri, bukankah kita selama ini bergelut dengan rutinitas hanya untuk keluarga?.
Saya jadi ingat pesan singkat seorang teman, ” Keluarga adalah segalanya, keluargalah yang selalu mencemaskan keadaan kita, tunda saja pekerjaan demi keluarga, Jika engkau sampai tutup usia, keluargalah yang merasa kehilangan dan sulit melupakan karena kita tinggalkan, sedang juragan perusahan bisa saja mendatangkan pengganti kita keesokan hari, dan teman sepekerjaan akan cepat melupakanmu sepeninggal dirimu”. karena pesan itulah saya menolak masuk kerja di hari-hari penting itu.
Nah, selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan, Mohon maaf jika ada isi blog ini yang menyinggung perasaan sampean. Saya, sebagai blogger jawa tidak bisa meninggalkan tradisi sungkeman, permohonan maaf bisa saja lewat pesan singkat, tapi rasanya kurang lengkap tanpa jabat tangan dan berpelukan. Duh… apa sampean pengen tak peluk?.
Sampean yang mudik semoga selamat sampai tujuan, pelan-pelan saja sodara, asal kelakon.
sekali lagi mohon maaf jika ada yang terusik dengan isi blog amburadul saya ini.
~ Mohon maaf juga, sama pemilik gambar, saya lupa lagi! ~



Bangga sekaligus tak tahu mesti ngomong apa, ketika seorang blogger
Saya tak tahu, dan hanya bisa membayangkan saja, jika jumlah kendaraan itu semakin bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah pendduduk, akhirnya, suatu saat ia akan saling bersinggungan satu sama lain, dan ujung-ujungnya salin mendesak untuk saling menang, kendaraan sebagai benda mati atau manusia.






Mon, Sep 29, 2008
4 Comments