sunriese merapi

Aku dan Mendaki Gunung

aku di gunung dok. pribadi
aku di gunung dok. pribadi

Aku mempunyai hobi traveling dan berpetualang, salah satunya mendaki gunung, tercatat sudah ada beberapa puncak gunung yang aku taklukan. Kesemuanya masih area Jawa Tengah saja. Sebenarnya dari jaman SMK aku sudah tertarik menjadi pecinta alam (PA), sempat juga mengikuti kegiatan ELMOBPELA, nama ekstrakulikuler pecinta alam, dibawah naungan OSIS SMK ku dulu.

Kita berempat bisa sampai puncak meski salah satu dari kita ada yang cedera kakinya. Sebenarnya aku ingin membuat tulisan tentang pendakian ini tapi lantaran tidak ada dokumen yang mendukung biarlah, tinggal kenangan saja.

Gunung Merbabu Again

gunung merbabu dok. pribadi
gunung merbabu dok. pribadi

Pendakian kedua di gunung merbabu ini berjumlahkan belasan orang mungkin dan separuhnya adalah perempuan. Hanya tiga orang yang sampai puncak. Aku sendiri tidak melanjutkan perjalanan karena disini hanya bertugas mendampingi. Menemani mereka yang tidak kuat mendaki sampai puncak.

Hampir semuanya hanya sampai Pos 3 dan tidak melanjutkan pendakian. Dan lebih sialnya lagi, hanya ada 2 tenda karena 3 tenda lainnya dibawa tiga orang yang sudah jauh mendahului kita. Dikejar pun tidak mungkin rasanya. Jadi ya tendanya dipakai perempuan. Sisanya terpaksa tidur diluar dengan kondisi kedinginan.

Tiga orang yang pergi duluan membawa tenda tanpa membawa makanan, hanya tenda dan air, kita yang dibawah tidur tanpa tenda hanya ada setumpuk makanan. Benar-benar miskomunikasi. hahah

Gunung Sumbing Lagi

gunung sumbing
gunung sumbing dok. pribadi

Sebenarnya aku sudah terlalu malas untuk menginjakkan kaki di Gunung Sumbing lagi, lantaran gunung ini benar-benar tanpa bonus, semua treknya adalah tanjakan, double capeknya!. Tapi karena ndesoers memintaku untuk menjadikan pemandu jalan ke basecamp, jadilah aku ikut sekalian mengisi waktu luang.

Seingatku pendakian pada bulan September 2014, dengan jumlah pendaki sekitar 12 orang, cmiiw. Kita mendirikan tenda mungkin sebelum sampai Pos 2, dan ndesoers melanjutkan perjalanan dini hari. Aku tetap berada di tenda menemani mereka yang tidak kuat, lagian gunung ini sudah pernah aku taklukan, jadi santai aja.

Digunung ini kejadian lama terulang, Kehabisan Air. Kami sampai basecamp sudah malam, setelah maghrib, dan baru sampai solo ketika tengah malam. Capeknya sangat terasaa meski aku tak ikut mendaki sampai puncak hehe.

Lawu Pendakian Ketiga

lawu pada pendakian pertama dok. pribadi
lawu pada pendakian pertama dok. pribadi

Seorang teman MTs, namanya Pranoto memintaku untuk diajak mendaki, awalnya gak ada niat, tapi karena dia meminta, aku tanyakan kebeberapa teman lain dan ternyata juga ada yang berniat mendaki lawu jadilah tanggal 9 November 2014, aku mendaki lawu untuk ketiga kalinya, kesemuanya lewat basecamp cemoro sewu.

Hanya berjumlah 4 orang, kita mendaki dengan santai, tanpa membawaa tenda dan tidur dekat pos 4, paginya aku dan Pranoto melanjutkan perjalanan sampai warung Mbok Yem yang melegenda. Sampai sini kita masih melanjutkan hingga tanjakan terakhir. Tapi karena Pranoto sudah tidak kuat, dan sepertinya sudah tidak mau memaksakan diri, jadilah kita tidak sampai puncak.

Setelah pendakian lawu yang ketiga kali, aku vakum lebih dari satu tahun tidak melakukan pendakian lagi, lantaran sepanjang 2015 aku tidak berada di Indonesia, setelah pulang ke Indonesia rasa kangenku untuk mendaki gunung memuncak, jadilah setelah ramadhan 2016 aku melakukan pendakian lagi.

Merapi yang Terasa Menyeramkan

sunriese merapi
sunriese merapi dok. pribadi

Setelah mudik lebaran, tepatnya tanggal 9 Juli 2016 aku melakukan pendakian ke Gunung Merapi, aku bersama adikku dan dua orang temanku. Entah mengapa selama perjalanan aku merasa tidak nyaman, seperti ada yang mengawasi, tapi entahlah aku sendiri tidak bisa melihat jin atau sejenisnya.

Sepinya gunung, menjadikannya terlihat sangat angker, untunglah kami tidak tersesat. Kita mendirikan tenda di Pasar Bubrah, sebutan untuk pos 3 gunung merapi. Setelah subuh salah satu temanku melanjutkan pendakian, aku sendiri juga ingin lanjut tapi karena adiku tidak kuat lagi jadilah kita bertiga tetap ditenda. Lebih lengkap ditunggu aja di postingan tentang merapi.

Gunung Andong, Enjoy

Aku kesini bersama teman masa kecil, alias tetangga, pada tanggal 23 Juli 2016 dua minggu setelah mendaki merapi. Gunung ini tidak lebih dari 2000 mdpl, sangat cocok untuk pemula. Pendakian yang sangat menyenangkan, dikarenakan tidak terlalu capek dan medan yang terbilang mudah.

andong peak
andong peak dok. pribadi

Meski gunung ini terbilang ‘pendek’, dari sekian banyak gunung yang aku kunjungi di Gunung Andong inilah aku bisa melihat gugusan gunung yang lumayan lengkap, dari mulai, Gunung Lawu, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Slamet, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Ungaran, dan beberapa gunung yang tidak dikenali, seolang mengepung Gunung ini. Mungkin tulisan lengkap akan kubahas di postingan terpisah.

Itulah gunung yang pernah aku daki dari mulai pertama aku mengenal gunung sampai sekarang, mungkin ada beberapa gunung yang terlewati, karena kelupaan, semua gambar dan tanggal aku ambil dari timeline facebookku. Monggo yang mau berkomentar atau sekedar menambahakan, silahkan.

Leave a Comment