anak kecil bermain

Masa Kecil Anak 90-an

anak kecil bermain
anak kecil bermain via www.yoedha.com

Masa Kecil Anak 90-an. Sekarang diumurku yang sudah berada dilevel 24, banyak hal yang terlupa dimasa kecil. Dari tulisan ini aku akan mencoba mengingat kenangan masa kecil dulu. Rasanya ingatan masa kecil hanya terlihat samar-samar. Kutulis disini agar ketika benar-benar telah lupa, bisa mengingatnya ketika membacanya. Untuk cerita anak cucu kelak.

Sedari kecil aku bukanlah anak yang suka tampil didepan orang dewasa, sampai sekarangpun mungkin masih, demam panggung. Tapi diantara kelompok teman seumuran aku bisa dibilang suka mengompori, memberi ide-ide aneh. Tapi sebenarnya gak berani, sering ngeles sana sini, alias pengecut. Dan hanya berani fight ketika kepepet, ketika tidak ada orang lain selain aku. The power of kepepet. Terpaksa!.

Kondisi Kampung

jalan masuk kampung
jalan masuk kampung via www.limasanjati.com

Aku masih mengingatnya, kampungku mempunyai banyak kebon dan beberapa lapangan yang biasa aku dan teman-temanku gunakan. Jalanan depan rumahpun masih masih berupa pasir yang biasa kita gunakan untuk bermain kelereng. Dan tanah belakang rumahku masih berupa alas alias kebon, dan depan rumahku belum ada deretan rumah seperti sekarang ini.

Ingatan paling lama adalah ketika kebon belakang rumah dibersihan rame-rame oleh warga, kemudian dijadikan lapangan. Ketika dibersihkan disana masih tersisa tanaman ubi ubian, ada ketela dan singkong. Warga pun mencongkelnya dan membakarnya rame-rame, tentunya aku yang saat itu masih terlalu kecil cuma menikmati hasilnya.

Lapangan Kampung

anak anak main bola
main bola via ngopijakarta.wordpress.com

Setiap sore tempat ini menjadi lapangan sepak bola warga, kita yang masih kecil terkadang ikut bermain sepak bola dipinggir, membuat geng tersendiri, sesekali bermain layangan. Tapi itu tidak lama karena setelahnya ada rumah yang dibangun disini, meski masih lapang, tetapi terlalu kecil untuk tempat bermain bola.

Sebenarnya ada beberapa lapangan, dengan spesifikasi masing-masing, ada yang jadi tempat untuk maen layangan, sepak bola, kasti, atau sekedar main gambaran. Ada satu lapangan bekas area persawahan, ketika musim kemarau tempat ini kering dan menjadi persembunyian jangkrik. Pada bulan ramadahan saat itu musim jangkrik tempat ini dijadikan tongkrongan anak-anak kecil untuk berburu jangkrik, niatnya dari rumah ikut shalat tarawih tapi melenceng jadi berburu jangkrik.

Pernah suatu ketika kita berjanji untuk berburu jangkrik malam hari sebelum subuh, jadilah kita kumpul dilapangan sebelum subuh. Saking asiknya berburu jangkrik sampai sholat subuh cuma dapat rakaat terakhir, setelah selesai sholatpun tanpa ba bi bu lari lagi ke lapangan melanjutkan perburuan. Padalah lapangan berada disamping masjid hehe

Main Petasan

jalanan bekas mercon
jalanan bekas mercon via 1080.plus

Permainan kita jaman dahulu itu musiman. Main petasan umumnya pada bulan ramadhan, setelah subuh tentunya. Malam sebelumnya biasanya kita beli petasan banyak kemudian pergi ketempat dimana biasanya anak anak kumpul saling lempar petasan, bangunin orang-orang biar gak pada tidur setelah subuh. haha

long bumbung via www.flickr.com
long bumbung via www.flickr.com

Terkadang main long bumbung atau sebagian orang menyebutnya mercon pring, ini menjadi favorit, dengan bermodalkan bambu dan patungan sedikit buat membeli minyak tanah. Kita bisa bermain sepuasnya, biasanya ada berberpa long bumbung yang dijejer dan dikerumuni anak-anak bersaing untuk menghasilkan suara keras!

Ada juga petasan yang dibuat dari busi bekas sepeda motor yang diisi korek api, ada juga tembak petasan, dan lainnya. Yang penting keras hehe. Biasanya kita baru berhenti bermain petasan kalau sudah ada orang dewasa yang meneriaki menyuruh berhenti, brisik soalnya.

Hujan-hujanan

main bola dilapangan becek via kampoengbamboe.com
main bola dilapangan becek via kampoengbamboe.com

Ini yang paling mengasyikkan, ketika hujan turun langsung main hujan-hujanan, kalau tidak boleh biasanya aku merengek menangis sampai diizinkan. Bermain saat hujan turun memang menyenangkan dari mulai main bola, lari-lari, maen kelereng dan yang paling umum berenang di lapangan yang tergenang air. Kalau sudah seperti ini pulangpun tidak berani. Biasanya di jewer dan diguyur air tanpa henti, sampai untuk bernafas pun sulit, sambil nangis soalnya.

Permainan Anak-anak

pinalti via malesbanget.com
pinalti via malesbanget.com

Anak-anak 90 an , adalah generasi bahagia, dimana ada banyak permainan yang berganti setiap musimnya. Berbeda dengan anak sekarang yang lebih sering berada didepan gadget. Berikut adalah beberapa permainan musiman yang bias aku lakukan dahulu kala.

1. Layang-layang

layangan via www.flickr.com
layangan via www.flickr.com

pada musim layang-layang setiap sore hari setelah ashar, aku bersama teman-teman kumpul dilapangan dengan membawa gulungan senar yang dimasukkan ke tangan dan layangan yang dikalungkan di badan, kalau sudah tampil seperti ini, rasanya gagah sekali. Haha

2. Kelereng

main-kelereng
Maen Klereng via fannyseptria.blogspot.com

Tentu kalian tidak asing dengan permainan kelereng, permainan ini asyik dilakukan diatas tanah langsung, bukan cor-coran, paving, apalagi aspal. Karena permainan ini tidak terlalu menguras tenaga, ketika musimnya, kelereng dimainkan tanpa henti, dari mulai pulang sekolah, sehabis dzuhur, lanjut lagi sehabis ashar dan baru berhenti ketika hari mulai malam.

Ketika hari libur bahkan sendari pagi sampai petang nonstop, sampai lupa makan lupa mandi. Aku termasuk jago dalam permainan kelereng ini, berangkat hanya membawa tiga butir pulang dua kantongan celana penuh kelereng, menangan. Ketika sudah besar koleksi kelerengku bahakan masih sangat banyak. Yang pada akhirnya kuberikan pada sepupuku di desa.

3. Gambaran

dolanan gambar via exkuwin.wordpress.com
dolanan gambar via exkuwin.wordpress.com

Beberpa daerah menyebutnya wayangan. Berbeda dengan kelereng, dipermainan gambaran ini aku sangat payah. Bawa satu genggam baliknya tinggal dua lembar, totally loser. Saking jengkelnya sering kali aku meneggunakan gambar lap lip, dua punggung gambar yang direkatkan dengan lem, tentunya gambarnya harus sama, dan sebelum direkatkan aku tipiskan dulu biar gambar lap lip nya tidak terlalu tebal, hehe licik!

Dalam tiga permaianan anak-anak diatas aku tentunya mempunyi geng, klompok kecil yang yang beranggotakan empat orang, jadi kita berbagi layangan, kelereng, dan gambaran dan menyimpannya dibasecamp, rumah salah satu teman, kita jadikan markas. Jadi aku yang selalu kalah dalam permainan gambaran, selalu punya gambaran meski tidak pernah menang, soalnya yang menang temanku. Huhehe tinggal ambil aja. Kita berempat mempunyai koleksi gambaran, layangan dan kelereng yang berlimpah.

Acara TV Minggu

Hari minggu adalah hari yang paling membahagiakan, Indosiar menjadi televisi favorit anak-anak 90 an, lantaran setiap minggu menampilkan acara anak-anak ada Dragonball, Power Rangers, Jiban, Sailormoon, Dr. Slump dan lainnya, ada juga yang tayang di RCTI semisal Doremon, One Piece, P-Man, Ninja Hatori, Sinchan, Pokemon, Conan, Digimon dll.

Dulu belum banyak yang punya televisi, termasuk keluargaku, bahkan hingga sekarang keluargaku tidak mau mempunyai televisi. Minggu, Pagi – pagi sekali sudah mandi, aku dan temanku berangkat kerumah tetangga yang mempunyai televisi untuk menonton tv seharian penuh hehe. Karena masih kecil ya biasa aja, gak malu. Bahkan kalau gak muncul kadang dicari, diajak nonton bareng kerumahnya,

egrang via www.youtube.com
egrang via www.youtube.com

Dan masih banyak kenangan masa kecil lainnya seperti, mencuri tebu, latihan merokok, maen engklek, kasti, kemah-kemahan, membuat sandiwara rekaman dari radio, maen bola, main playstation hingga lupa sholat, rame-rame maen Nintendo, pertarungan antar geng dan masih banyak lainnya. Jika ada kesempatan akan dipostingkan juga

Related Post

3 thoughts on “Masa Kecil Anak 90-an

Leave a Comment