berangkat sekolah

Masa-masa Sekolah

SD-SMP-SMA
SD-SMP-SMA via lesprivat99.com

Masa sekolah adalah masa dimana kita tidak perlu berpikir untuk mendapatkan uang, yang ada hanya belajar, dan bermain dengan masalah terberat adalah soal matematika. Tak mengerti cara orang dewasa berpikir, bagaimana orang tua yang membiayai kita, mendoakan kita supaya mudah dalam belajar, dan kita yang semena-mena membayangkan ingin segera dewasa, tanpa tahu bagaimananya.

berangkat sekolah
berangkat sekolah via ngezz.loop.co.id

Sebenarnya bukan SMP, lebih tepatnya di MTsN, Madrasah Tsanawiah Negeri. Sekolah ini bisa dibilang jauh dari rumah sekitar 5 kilometer, berada di solo bagian utara, kebanyakan temanku pun dari Boyolali. Dan aku satu-satunya yang dari kampungku, bersepedapun sendirian melewati jalanan ramai, tanpa teman untuk diajak ngobrol, haha biasa aja dink.

Setiap hari bangun lumayan pagi, jalanan macet biasanya kalau sudah agak siangan. Bersekolah ditempat jauh membuatku tahu jalanan kota Solo. Mainnya pun ke Boyolali, jauh hampir semua temanku berasal dari sana. Dari mulai kelas satu sampai kelas tiga aku selalau berada di kelas unggulan, meski gak pinter-pinter amat, yang penting bisa atur strategi aja.

Ditingkat ini pula aku menemukan seseorang yang kusuka, yang dikemudian hari kita dekat, saling main kerumah, sudah saling mengenal keluarga, dan pada akhirnya hubungan itu tidak bisa sampai ketingkat selanjutnya, pernikahan. Dianya sudah menikah dan aku saat menulis ini masih single.

Ketika hari pengumuman kelulusan, aku lumayan bisa sedikit membanggakan Bapakku, karena anaknya ini bisa mendapatkan peringkat 10 besar paralel, dari 300 an siswa kelas tiga. Kita dipanggil ke panggung ketika acara perpisahan. Dan bapakku bilang gini ‘ooo koe baknen pinter to le?’ (oooh ternyata kamu itu pintar ya?’ haha.

SMK, Ordinary Boy!

belajar di lab komputer
belajar di lab komputer via smkn2-solo.net

Setelah kelulusan MTsN awalnya bapak gak berniat menyekolahkanku lebih lanjut, tapi akhirnya cuma bilang, ‘Kalau mau sekolah lagi, kamu daftar ke SMK N 2 Surakarta sana’. Tanpa pikir panjang aku mendaftar sendiri ke SMK terbaik di kota solo itu, ternyata tanpa tes tertulis, pihak sekolah hanya mengambil berdasarkan nilai NEM SMP, serta tes fisik berupa pengukuran tinggi dan berat badan. Pada akhirnya aku lulus tes. Horee

SMK ini berisikan 90 persen laki-laki, kalaupun ada perempuan, mungkin dianya kesasar, dan perempuan terbanyak berada dikelasku, jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, lumayanlah sedikit ada fariasi dibanding kelas lain.

Jaman SMK ini mulai jarang yang namanya belajar, jarang ada PR, yang ditekankan pada pelajaran kejuruannya, sangat berbeda dengan SMA, setiap hari ketika pelajaran membosankan sedang berlangsung, aku bersama seorang teman, ijin keluar untuk sekedar ngopi atau minum es di kantin. Dan ketika waktu istirahat kita bisa tidur dikelas. Hehe

yang penting joged oooyeah
yang penting joged oooyeah via www.youtube.com

Aku agak merasa aneh dengan sekolahan ini, karena hampir setiap mengikutkan event yang melibatkan siswa, tidak pernah ada dana yang keluar, meski itu event lomba, bahkan ada teman yang memenangkan juara satu mewakili sekolah, tidak mendapatkan hadiah uang sepeserpun, hanya ada piala yang tidak bisa diuangkan, hehe. Tak banyak kenangan bagus di SMK, semua berjalan normal normal saja.

sistem yang salah via says.com
sistem yang salah via says.com

Sebenarnya mau mengkritisi system pendidikan Indonesia yang mengharuskan semua siswa mendapat nilai standar 7 untuk semua mata pelajaran. Semua siswa dituntut untuk bisa dalam semua mata pelajaran, membuat kita bahkan tak menguasai satupun pelajaran yang pernah diajarkan, kita hanya tahu permukaan saja.

Kurikulum seperti itu sudah tidak dipakai di negara-negara maju, sedari kecil mereka mengarakan siswa-siswa untuk mempelajari apa yang mereka sukai. Meski ada beberapa hal wajib, semisal ilmu bahasa. Pendidikan itu harus, disini yang salah adalah system yang saat ini berlaku.

Sudahlah kok malah nglantur kemana-mana. Sampai sini dulu yah. Semoga bermanfaat

Leave a Comment