Pendakian Mengasyikkan ke Gunung Andong

andong peak via borealis7.wordpress.com
andong peak via borealis7.wordpress.com

Gunung Andong adalah gunung yang berada di Magelang, dan hanya mempunyai ketinggian 1.726 mdpl, sangat pendek untuk ukuran pendakian gunung. Tapi cukuplah untuk menikmati sunrise diatas awan. Aku kesini bersama teman masa kecil, tiga orang, dan teman dekat satu orang, jadi kita rombongan berjumlah lima orang.

Sehabis sholat jama’ qoshor maghrib dan isya, kita putar balik menuju arah wisata Ketep Pass. Jalanan setelah menuju lokasi sangatlah gelap dengan tidak ada motor satupun yang melitas kecuali kita. Setelah hampir 45 menit perjalanan yang melelahkan sampailah ke belokan arah basecamp Gunung Andong. Disana sudah ada karang taruna desa setempat yang berjaga menghantarkan pendaki dari jalan raya kearah basecamp, yang ternyata lumayan jauh.

Sampai Basecamp

basecamp gunung andong via sugengwasana.blogspot.com
basecamp gunung andong via sugengwasana.blogspot.com

Tidak lebih dari lima belas menit perjalanan dari jalan raya sampailah kita di basecamp. Tak lupa kita ucapkan terimakasih untuk yang telah menghantar, hehe gratis soalnya. Segera parkir dan membayar tiket masuk sekaligus asuransi jiwa dari jasaraharja.

Dibandingkan dengan basecamp gunung lain, di Andong ini adalah yang paling nyaman pelayananya, warga setempat yang ramah. Dan didalam basecamp disediakan minuman teh manis hangat gratis. Bisa sepuasnya minum. Tetapi ketika itu kita tidak ada yang minum, nanti susah kalau kebelet pipis disaat mendaki. Biarlah nanti kalau pulang saja minum teh manisnya.

Perjalanan

mulai perjalanan dok. pribadi
mulai perjalanan dok. pribadi

Perjalan dimulai, dengan semangat juang tinggi, hehe. Sepanjang perjalanan, plang yang terlihat hanya bertuliskan arah puncak, biasanya di gunung lain bertuliskan arah pos 1, pos dua dst. hehe mungkin karena pendeknya gunung ini, tanpa ada pos-pos disepanjang jalan, hanya ada puncak. Anehnya sepanjang perjalanan tidak ditemukan pendaki lain, sepi, padahal tadi parkiran lumayan ramai.

Ketika mendekati puncak mulai terlihat kemerlap lampu didalam tenda. Kami sempat berhenti dan berbincang dengan mereka, dan ternyata tempat ini hanya puncak bayangan, untuk kepuncak sesungguhnya kita harus turun sedikit baru naik lagi dibukit di sebelahnya.

Puncak

andong peak dok. pribadi
andong peak dok. pribadi

Setelah melanjutkan perjalanan sebentar sampailah kita ke Andong Peak 1.726 mdpl. Ternyata sudah banyak sekali tenda yang berdiri disana. Segera diantara kita menyebar mencari tempat yang nyaman untuk mendirikan tenda. Kita akhirnya mendapat tempat di samping warung makan yang berada dipuncak. Yaa dipuncak gunung ini ada warung makannya, haha. Tapi kita sudah membawa peralatan sendiri jadi tak perlu masuk warung untuk sekedar ngopi.

Tenda segera didirikan, karena sudah lelah dengan perjalanan empat jam lebih tadi, semuanya langsung tidur. Ketika mendekati waktu pagi aku terbangun dan terasa mau kencing, jadilah aku keluar dengan seorang teman ketika udara diluar masih sangat dingin, mencari spot untuk kencing biar nyaman.

sunrise diatas awan dok pribadi
sunrise diatas awan dok pribadi

Tak lama menunggu, terdengar suara adzan subuh dari kota dilereng gunung, segera kita sholat berjama’ah. Dilanjutkan keluar melihat sunrise dan gugusan gunung yang mengelilingi Gunung Andong. Saat seperti ini mata dimanjakan dengan pemandangan yang indah.

Setelah puas melihat sunrise dan berfoto ria. Aku segera membuat mie untuk sarapan, sekaligus kopi untuk menghangatkan badan, sedikit terasa kurang tanpa ada api unggun. Ditempat ini tidak cocok untuk membuat api unggun sperti gunung lain karena jarak tenda yang berhimpitan saking ramainya.

Pejalanan Turun dan Pulang.

Untuk perjalanan menuruni gunung silahkan lihat saja video diatas, hehe. Kurekam menggunakan kamera hpku, dan kuedit pakai hp juga, jadi dengan kualitas dan efek seadanya saja.

Singkat cerita kita sampai basecamp, segera mengistirahatkan badan, membersihkan badan, mengecharge hp, dan membuat teh manis sendiri dengan peralatan yang sudah disediakan, teh panas dan gula beserta gelas dan sendoknya. Hehe. Kita ngobrol sambil makan bakso ojek.

Tak berlama lama kita disana, setelah menghabiskan dua gelas teh dan bakso ojek lima ribu rupiah kita segera berkemas untuk pulang. Kita pulang melalui jalur Salatiga, dengan waktu tempuh tidak lebih dari dua jam. Sebelum sampai rumah kita sempatkan mampir warung es. Dan sholat berjamaah dimasjid terlebih dahulu.

Leave a Comment