Pendakian Nekat Gunung Merbabu 3.142 mdpl

bukit teletabis
bukit teletubbies Gn. Merbabu via explore1ndonesia.blogspot.com

Aku mendaki Gunung Merbabu bersama teman – teman kuliahku, atau biasa kita sebut TI-B Ndeso. TI karena kita kuliah dijurusan Teknik Informatika dan kita berada dikelas B atau kelas malam, kelasnya orang yang sudah bekerja, dan diberi tambahan ‘ndeso’ karena kita ini memang sekumpulan anak kampung, udik!.

Pestanya Pendaki

api unggun via www.superadventure.co.id
api unggun via www.superadventure.co.id

Setengah jam lebih kita bersumpek – sumpek ria, akhirnya hujan berhenti. Alhamdulillah. Kita pun keluar berniat membuat api unggun untuk menghangatkan badan, dan lebih gilanya ada yang membawa serabut kayu dari rumah, tak perlu bersusah payah mencari kayu kering.

Lanjutkan acara yang paling menyenangkan. Segera kita membuat api unggun tidak jauh dari tenda, dan mulai memasak kopi dan membuat mie. Masing masing dari kita mengeluarkan perbekalannya, dari mulai roti tawar, susu kental, pocari sweat, roti kering, snek chiki, dan lainya kita jadikan satu. Kita makan sambil ngobrol. Karena hanya satu tenda kita tidur bergantian.

Lanjut

lanjut | dok pribadi
lanjut | dok pribadi

Pukul 3 dini hari kita melanjutkan perjalanan. Ada beberapa yang tidak kuat, tinggal di tenda untuk menjaga barang. Kita melanjutkan perjalanan dengan membawa minuman secukupnya tanpa membawa carrier. Jalanan setelah hujan sangat licin dan berbahaya, tanjakan setelah Pos 3 sangat curam, kita berjalan dengan pelan dan hati-hati.

Singkat cerita setelah jungkir balik sana-sini sampailah kita di Pos 4 atau biasa disebut sabana 1. Banyak tenda yang berada disini, tempat ini kita mendapat bonus (jalan datar) lumayan lama. Setelah ngos-ngosan naik tebing bisa sedikit bersantai.

Puncak Bayangan

cafeks | dok. pribadi
cafeks | dok. pribadi

Melanjutkan perjalanan dengan sedikit mendaki tebing kita tembus ke sabana dua, sampai sini kita mendekati waktu subuh, dan turun hujan. Malam mulai berangsur hilang. Melihat tanjakan tinggi lagi, sepertinya itu adalah puncak.

Setelah melewati tanjakan yang licin dan berlumpur karena hujan teranyata masih ada tanjakan lagi. Kita lanjutkan perjuangan, sambil ngantuk karena kecapekan dan gak cukup tidur semalam, tanjakan kedua terlewati dan ternyata masih ada lagi. Benar-benar tertipu itu adalah puncak bayangan, terlihat seperti punca tapi bukan puncak. Kita memutuskan beristirahat dulu dan sholat subuh.

Bangkit Lagi?!

istirahat dulu | dok. pribadi
istirahat dulu | dok. pribadi

Setelah selesai sholat, kita makan perbekalan seadanya yang kita bawa. Dan melanjutkan perjalanan, di jalan kita berpapasan dengan beberpa bule yang juga mendaki. Berjalan dengan terkantuk-kantuk dan tak terhitung breaknya. Sampailah kita di puncak.

Puncak

Puncak Trianggulasi | dok Pribadi
Puncak Trianggulasi | dok Pribadi

Gunung merbabu mempunyai tiga puncak, dan puncak yang kita tuju adalalah Puncak Tiranggulasi 3.142 mdpl, puncak tertinggi Gunung Merbabu. Dari sini bisa melihat ke 2 puncak lainnya, Puncak Syarif danPuncak Kenteng Songo. Terlihat pula gagahnya Gunung Merapi, Gunung Lawu, Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.

Dari 14 orang yang sampai puncak Cuma 6 orang, setelah puas berfoto ria, kita segera turun karena matahari sudah mulai menyengat, membakar kulit. Pukul sembilan di puncak gunung, matahari akan terasa membakar kulit meski udara disekitar begitu dingin.

Turun

makan rame-rame | dok Pribadi
makan rame-rame | dok Pribadi

Segera berlari turun, menuju Pos Watu Tulis, waktu tempuh menuruni gunung tidak lebih dari setengah waktu perjalanan naik. Jadi tidak perlu waktu lama untuk sampai tenda kita di Pos 3. Yang membuat lama adalah selama perjalanan digunakan untuk berfoto ria.

Dalam perjalanan turun ke Pos Watu Tulis, pemandangan sangat indah, dari mulai sabana 1, sabana 2 yang terlihat seperti bukit telettubies dari kejauahan, hijau dan menghampar. Terlihat pula gagahnya Puncak Pasir Gunung Merapi di selatan.

Sampai tenda sudah ada yang membuat sarapan, mie dan susu. Kita yang baru turun, ikut menyerbu makan mie rame-rame. setelahnya tidur sejenak untuk mengistirahatkan mata agar kuat turun dan melakukan perjalanan pulang nanti.

tidur sejenak | dok. pribadi
tidur sejenak | dok. pribadi

Tak berapa lama, kita berkemas, membongkar tenda, memasukkan jaket dan packing barang lainnya ke carrier. Kami menuruni gunung dengan berlari, diselingi istirahat tentunya. Dengan menjadikan gapuro masuk sebagai meeting point.

turun | dok. pribadi
turun | dok. pribadi

Menjelang tengah hari semua orang sudah sampai ke depan gapuro pendakian Gunung Merbabu, hujan mulai turun, kita berlari menuju basecamp, tanpa berlama-lama langsung tancap gas menuju Solo. Setelah saling berpamitan semuanya langsung pulang. Masing-masing sudah sangat merindukan pulau kapuk, ngantuuuuk.

Leave a Comment