Asuransi, dari Pengertian hingga Fungsi dan Tujuan

Memiliki jaminan untuk masa mendatang telah menjadi kebutuhan yang dapat dikatakan penting, dan tentu saja pada gaya hidup masa kini hal ini menjadi bagian dari investasi yang dipilih oleh berbagai kalangan.

Mengingat tidak ada yang dapat memperkirakan kebutuhan atau hal yang terjadi di masa mendatang maka mempersiapkan upaya antisipasi memang terkadang diperlukan, seperti halnya keberadaan asuransi atau jaminan masa mendatang.

Untuk dapat mempersiapkan berbagai hal di masa mendatang yang bersifat menjamin maka kita perlu mengetahui seluk beluk dari asuransi, mulai dari pengertian atau definisinya sehingga kita dapat mempertimbangkan dengan benar untuk menggunakannya.

Pengertian Asuransi

Asuransi berasal dari bahasa inggris yaitu “insurance” yang berarti pertanggungan. Sehingga secara umum asuransi disebut sebagai perjanjian antara pihak tertanggung dan penanggung, adapun yang menjadi tertanggung adalah nasabah dan penanggung dalam hal ini adalah perusahaan penyedia asuransi.

Terdapat pengertian lain yang disampaikan oleh para tokoh dan ahli di bidangnya di antaranya;

  1. Abbas Salim

Asuransi adalah kemauan dalam menetapkan kerugian – kerugian kecil sebagai pengganti dari kerugian besar di masa mendatang yang belum tentu terjadi. Jadi semacam bersiap dengan hal kecil di masa sekarang untuk persiapan masa mendatang.

  1. Subekti

Menyatakan bahwa asuransi merupakan suatu perjanjian untung – untungan yang didasarkan pada kejadian yang belum terjadi bahkan belum tentu akan terjadi, sehingga tidak di ketahui pihak mana yang akan mendapat keuntungan.

  1. Emmy Pangaribuan

Asuransi adalah perjanjian antara penanggung dan tertanggung, dimana penanggung menikmati premi dari tertanggung untuk membebaskan tertanggung dari adanya resiko masa mendatang yang belum tentu terjadi.

Tujuan Asuransi

Setelah mengetahui asuransi dari segi pengertian, akan lebih jelas jika kita juga memahami tujuan dari asuransi. Ada beberapa tujuan asuransi yaitu;

  1. Untuk mengalihkan resiko tertentu dari suatu pihak kepada pihak yang lain dalam hal ini perusahaan asuransi
  2. Jaminan untuk suatu pihak agar terhindar dari resiko tertentu
  3. Untuk memperkecil biaya kerugian saat resiko terjadi
  4. Dapat menjadi bentuk tabungan
  5. Dapat menjadi jaminan perbankan

Fungsi Asuransi

Asuransi merupakan langkah untuk me-manajemen suatu resiko agar dapat di tanggung tanpa menimbulkan kerugian yang terlalu tinggi, namun secara terperinci inilah fungsi dari asuransi;

  • Mengurangi potensi resiko

Perusahaan asuransi memberikan produk asuransi dengan penjabaran potensi resiko yang mungkin akan di hadapi oleh nasabah dan juga cara mengurangi dampak dari resiko tersebut.

  • Membagi kerugian

Resiko akan ditanggungkan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan premi yang dibayarkan secara bertahap dan berkala oleh nasabah.

  • Menghimpun dana

Proses pembayaran premi asuransi di himpun oleh perusahaan dan diinvestasikan sehingga ketika resiko terjadi, perusahaan mampu menjadi penanggung.

  • Membantu perusahaan untuk lebih fokus

Keberadaan jaminan atau asuransi membuat perusahaan tidak perlu mengkhawatirkan berbagai aspek yang telah ditanggungkan, sehingga dapat lebih fokus pada operasional dan menghasilkan profit yang tinggi.

Jenis – Jenis Asuransi

Terdapat beberapa jenis asuransi yang dapat menjadi pilihan para nasabah tentunya berdasarkan pada kisaran resiko yang mungkin akan di hadapi. Jenis asuransi tersebut di antaranya;

1. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa ini merupakan jaminan atas kehidupan seseorang, dalam arti ketika seseorang dalam hal ini tertanggung asuransi mengalami kematian maka jiwanya memiliki nilai finansial sesuai perjanjian yang akan di berikan kepada ahli.

2. Asuransi Pendidikan

Ini menjadi semacam simpanan jangka panjang, dimana premi yang dibayarkan nasabah nantinya akan dipergunakan untuk fasilitas pendidikan dari tertanggung asuransi, biasanya untuk anak dari nasabah.

3. Asuransi Kesehatan

Asuransi ini menjadi sangat dibutuhkan karena kita tidak pernah mengetahui kemungkinan mengalami sakit. Dengan asuransi jenis ini maka ketika sakit sudah tidak harus memikirkan biaya perawatan kesehatan karena menjadi tanggungan asuransi.

4. Asuransi Kepemilikan Properti

Menjamin kepemilikan atas rumah dan properti, ini menjadi jaminan ketika terjadi sesuatu terhadap rumah yang dimiliki atau properti lain yang di asuransikan. Seperti menanggung kerusakan akibat hal tertentu sesuai syarat dan ketentuan berlaku dalam perjanjian asuransinya.

5. Asuransi Kendaraan

Hampir sama dengan asuransi kepemilikan tetapi ini lebih spesifik pada kendaraan, biasanya nilai asuransi sebanding dengan nilai kendaraan tersebut.

6. Asuransi Bisnis

Jaminan dalam operasional bisnis untuk mengantisipasi adanya kerugian atau kehilangan bahkan kerusakan tertentu pada perusahaan atau ranah bisnis.

Melihat dari pengertian dan seluk beluk asuransi secara terperinci dapat menjadi pertimbangan untuk memiliki minimal salah satu dari jenis asuransi yang ada. Keberadaan dana yang dibayarkan secara berkala atau dikenal sebagai premi dalam asuransi menjadi pengganti untuk menanggung resiko tertentu di kemudian hari.

Pada era millennial seperti sekarang keberadaan asuransi juga sangat relevan dengan pola hidup modern yang jauh lebih praktis, maka bukan hal aneh jika untuk menghadapi resiko masa mendatang kita lebih memilih bersiap sejak dini.

Untuk jenis asuransi yang lebih banyak di gunakan di antaranya adalah asuransi kesehatan dan juga pendidikan, karena ini merupakan kebutuhan yang sangat krusial bagi setiap individu sebagai nasabah asuransi.

Sebagai tambahan pertimbangan penting untuk memilih asuransi yang akan di ikuti atau di miliki, sebaiknya di prioritaskan berdasar kebutuhan dan kemampuan. Pertimbangan kebutuhan adalah melihat prioritas seberapa pentingnya dalam skala kebutuhan.

Pertimbangan kemampuan dalam memilih asuransi adalah penyesuaian kemampuan dalam pembayaran premi yang harus dilakukan, tentu saja ini merupakan hal yang sangat penting karena dalam prioritas kebutuhan asuransi merupakan hal tersier atau bukan kebutuhan utama.

Bijaklah memilih untuk menjadi nasabah, termasuk kepercayaan terhadap perusahaan asuransi yang di pilih, sehingga tidak terdapat kerugian dari proses manajemen resiko melalui asuransi.