Pengertian Ekuitas: Definisi, Jenis dan Contoh Ekuitas Dalam Akuntansi

Memiliki suatu bisnis dan investasi menjadi pilihan jitu untuk mendukung pola hidup di era modern seperti sekarang ini, dimana semua berlomba mencari dan memanfaatkan peluang untuk menjadi sumber penghasilan, tetapi hal yang lebih penting untuk memulai adalah adanya modal atau aset.

Berbicara tentang modal atau aset ada beberapa istilah yang harus di pahami sehingga dapat menjalankan bisnis dengan lancar dan menguntungkan. Salah satu bagian dari ilmu bisnis dan investasi adalah keberadaan ekuitas atau Equity.

Pengertian Ekuitas

Ekuitas (Equity) adalah besarnya hak pemilik terhadap aset yang di miliki setelah dikurangi dengan sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi.

Pada penerapan ekuitas ini merupakan modal yang dimiliki suatu entitas bisnis atau investasi berupa selisih antara aset aktif yang dikurangi dengan aset pasifnya.

Jika di artikan secara umum maka ini merupakan jumlah kekayaan bersih dari pemanfaatan modal yang dilakukan dalam proses bisnis. Ekuitas juga dapat dianggap sebagai sejumlah keuntungan atau laba dari investasi.

Berbagai pengertian ekuitas ini dapat menjadi acuan dalam pemanfaatan modal aktif dan juga pertimbangan kewajiban dalam menjalankan bisnis sehingga dapat dijadikan strategi agar mendapat keuntungan yang maksimal.

Dengan memperkirakan sejumlah ekuitas yang akan dimiliki seseorang dapat memperhitungkan jumlah aset yang harus dimiliki untuk dapat menjalankan operasional investasi atau bisnis tersebut dan tetap memberikan pengembalian modal dan keuntungan sehingga modal akan terus bertambah dalam proses perputaran bisnis tersebut.

Pada dasarnya ekuitas memiliki artian yang cukup luas seperti yang disampaikan dalam sejumlah pengertiannya, tidak hanya itu ekuitas juga memiliki jenis dalam suatu entitas bisnis atau investasi.

Jenis Ekuitas

Berikut ini merupakan berbagai jenis dari ekuitas yang terlibat dalam proses operasional entitas bisnis dan investasi, setidaknya terdapat enam jenis yang harus diketahui oleh para pelaku bisnis;

Modal di Setor

Modal yang disetor adalah sejumlah modal yang di dedikasikan untuk kepentingan bisnis atau investasi, dalam proses operasionalnya modal ini dibagi menjadi dua macam berupa modal saham dan agio serta disagio saham.

  • Modal saham adalah seluruh modal berupa saham yang beredar, ini di hitung secara keseluruhan.
  • Agio/Disagio Saham merupakan selisih modal yang disetor dengan jumlah yang beredar, agio adalah selisih diatas modal yang disetor, sedangkan disagio adalah selisih bawah dari modal yang disetor pemegang saham dengan jumlah nominal saham yang beredar.

Pendapatan

Jenis ekuitas berupa pendapatan merupakan hasil dari proses operasional entitas berupa selisih atau laba yang dapat menjadi penambah nilai modal yang berputar, sehingga secara langsung menambah jumlah kekayaan. Biasanya keuntungan, laba atau pendapatan ini dapat ditahan sebagai tambahan modal aktif.

Akun Penambah Ekuitas

Adalah beberapa upaya untuk dapat menambah jumlah ekuitas baik melalui setor modal maupun berasal dari laba atau pendapatan yang ditahan sebagai tambahan modal berputar. Biasanya penambah ekuitas ini juga dapat diperoleh ketika entitas memperluas jaringan investasinya.

Akun Pengurang Ekuitas

Merupakan hal sebaliknya dari penambah ekuitas ini merupakan upaya yang dilakukan untuk menurunkan jumlah kepemilikan, ini dapat terjadi ketika terdapat biaya kewajiban yang harus dibayarkan untuk operasional bisnis atau investasi dan juga pengambilan pribadi yang dilakukan pemilik ekuitas.

Beban Pengeluaran

Beban pengeluaran merupakan semua pengeluaran dari modal untuk operasional bisnis atau investasi suatu entitas. Ini dapat memperkecil jumlah ekuitas atau modal bersih yang dimiliki. Beban pengeluaran akan bertambah ketika aktivitas bisnis bertambah.

Pengambilan Pribadi

Sebagai pemilik melakukan pengambilan pribadi dari sejumlah kekayaan yang dimiliki memang hal yang sangat wajar. Tetapi dalam hal ini dapat menjadi akun pengurang entitas atau modal. Meskipun demikian ini dapat tetap dilakukan dengan memastikan jumlah keuntungan yang di peroleh dalam entitas telah dibagi dua untuk laba ditahan dan laba diambil sehingga kondisi ekuitas tetap stabil.

Setelah melihat pengertian dan mengetahui jenis dari ekuitas tentu kita membutuhkan suatu contoh real atau nyata dalam suatu aplikasi bisnis dan investasi. Tentu saja dalam proses operasional suatu bisnis terdapat ilmu akutansi atau pelaporan investasi, maka inilah contoh yang sesuai untuk memperjelas tentang ekuitas.

Contoh keberadaan ekuitas dalam sistem akuntansi

  1. Saham sebagai modal dari suatu perseroan terbatas atau entitas bisnis
  2. Berbagai jenis saham, mulai preferen, saham biasa dan juga akun penambah modal
  3. Berbagai sumber modal termasuk donasi dapat menjadi penambah ekuitas
  4. Agio dan disagio dalam penjualan saham
  5. Selisih dari perhitungan ulang jumlah modal berdasarkan peraturan yang berlaku, seperti misalnya aturan perbankan atau aturan pemerintah
  6. Perhitungan laba yang ditahan dan juga kerugian dari proses operasional sebelumnya, dari selisih yang dimiliki dapat menjadi bagian dari ekuitas

Dalam menjalankan bisnis atau suatu perusahaan keberadaan ekuitas merupakan hal utama yang harus dan dipastikan ada baik sebelum berjalan maupun saat berkembangnya bisnis tersebut. Keberadaan ekuitas ini berbanding lurus dengan proses berkembangnya bisnis tersebut.

Melakukan kontrol terhadap akun penambah ekuitas dan juga pengurangnya secara seimbang menjadi bagian dari strategi yang dibutuhkan sehingga tidak mengalami suatu kerugian dalam menjalankan bisnis, investasi maupun operasionalnya dalam suatu perusahaan.

Sebagai pelaku bisnis perhitungan yang matang mengenai keberadaan ekuitas dan juga modal yang disetor serta penahanan laba harus dilakukan dengan matang, sehingga ketika penambahan berkala dapat berjalan maksimal dengan begitu nilai ekuitas yang di miliki semakin tinggi.

Nah, itulah pengetahuan singkat tentang ekuitas mulai dari pengertian ekuitas, jenis dan juga contoh real serta pentingnya strategi pengelolaan ekuitas untuk menjalankan bisnis yang lebih baik dan menguntungkan.