Sholat Dhuha – Niat, Dzikir, Bacaan Do’a & Tata Cara serta Keutamaan

Salah satu ibadah sunnah bagi umat Muslim adalah sholat dhuha. Sebagai ibadah sunnah, artinya kita akan mendapat pahala apabila menjalankannya dan takkan mendapat dosa apabila mengabaikannya. Sholat ini sendiri terbilang sebagai sholat sunnah istimewa.

Sangat banyak keutamaan yang didapatkan, baik dari segi kesehatan maupun rohani. Waktu pengerjaannya adalah mulai dari terbentangnya matahari hingga condong ke arah barat. Waktu yang utama adalah pada seperempat siang. Di Arab Saudi, waktu dhuha ditandai ketika padang pasir terasa panas serta anak unta mulai beranjak. Berikut adalah ulasan seputar tata cara, bacaan doa hingga keutamaan dari sholat sunnah di waktu dhuha.

Tata Cara Sholat Duha

Tata cara pelaksanaan sholat sunnah ini tidak beda jauh dengan sholat sunnah dua rakat pada umumnya. Sholat akan diawali dengan niat kemudian dilanjutkan takbiratul ihram. Diikuti doa iftitah. Selanjutnya, baca surat Al-Fatihah.

Baca surat atau ayat Al Quran, misalnya surat Asy Syams atau lainnya. Ruku dengan tuma’ninah, I’tidal dengan tuma’ninah dan sujud dengan tuma’ninah. Lanjutkan dengan sujud dengan tuma’ninah, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua.

Berdiri lagi dan tunaikan rakaat kedua. Baca surat Al Fatihah dan surat Al Quran lain, misalnya Adh Dhuha. Ruku, I’tidal, sujud dan duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah. Terakhir adalah tahiyat akhir dan salam.

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

Ibadah sholat duha biasanya dilaksanakan minimal sebanyak dua rakaat. Namun beberapa pendapat ada yang mengatakan maksimal 4 rakaat ada pula yang 16 rakaat untuk menjalankan sholat sunnah Duha ini. Yang terpenting adalah tetap memenuhi syarat sah. Di antaranya adalah

  • suci dari hadas besar ataupun kecil,
  • suci badan, pakaian serta tempat yang digunakan suci dari najis,
  • menutup aurat,
  • menghadap kiblat
  • tahu waktu masuknya sholat tersebut.

Jika semua syarat di atas terpenuhi, maka sholat sunnah dhuha akan dapat ditunaikan secara sah.

Niat Sholat Dhuha

Niat untuk melaksanakan sholat ini juga tak jauh berbeda dari niat untuk melakukan sholat lima waktu. Niat terutama penting untuk diucapkan sebagai salah satu syarat sah sholat dan agar sholat yang dijalankan bisa bernilai ibadah.

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATAD DHUHAA ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN LILLAAHI TA’AALA.
artinya : Aku berniat melakukan shalat sunat dhuha 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala.
note: untuk 4 rakaat “rok’atain” diganti “arba’a rok’ataan”

Niat bisa dibaca dalam hati ataupun disuarakan dengan lirih ada pula yang berpendapat tanpa harus memakai bacaan tersebut, cukup dalam hati. Dibacanya niat sekaligus menjadi awal dari tiap ibadah yang kita jalankan. Bukan hanya sholat sunnah namun juga sholat wajib. Niat yang bagus akan menjadi pahala, sementara niat yang jelek takkan mendapat apa-apa.

Bacaan Sholat Dhuha

Surat pendek yang dibaca dalam sholat Dhuha umumnya adalah As Syamsi pada rakaat pertama dan Adh Dhuha pada rakaat kedua . Namun, kita juga bisa membaca suratan pendek lainnya dalam Al Quran, terutama apabila tidak hafal surat Adh Dhuha.

Terdapat pula bacaan-bacaan yang bisa dibaca setelah selesai menunaikan sholat sunnah Dhuha ini, seperti dzikir serta doa-doa lainnya. Jika kita tidak menghafal doa-doa tersebut, maka kita bisa membaca teksnya selepas sholat.

Doa Setelah Sholat Dhuha

Setelah menunaikan ibadah sholat sunnah Dhuha, kita turut disunnahkan untuk berdoa. Doa-doa ini bisa dibaca melalui teks apabila kita memang tidak menghafalnya. Sebenarnya tidak ada do’a khusus yang diajarkan nabi untuk sholat dhuha ini. Namun kamu bisa membaca doa dibawah sebagaimana di contohkan sebagian ulama.

Doa sholat duha latin dan artinya

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAHUMMA INNADHDHUHA’A DHUHA-UKA, WALBAHAA’A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWAATUKA, WAL QUDROTA QUDROTUKA, WAL ‘ISHMATA ISHMATUKA.

ALLAHUMA INKAANA RIZQII FISSAMMA’I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASIRON FAYASSIRHU, WAINKAANA HAROOMAN FA THOHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QORIBHU.

BIHAQQIDUHAAIKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDROTIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHOOLIHIIN.

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah dhuhaMu, keagungan itu merupakan keagunganMu, keindahan itu merupakan keindahanMu, kekuatan itu adalah kekuatanMu, kekuasaan itu adalah kekuasaanMu”, dan penjagaan-penjagaan adalah penjagaanMu.

Baca Juga  Macam-macam Motif Batik Indonesia dan Maknanya

“Ya Allah, jika rezekiku masih di langit maka turunkanlah, jika ada di dalam bumi maka keluarkanlah, jika sulit maka mudahkanlah, apabila itu haram maka sucikanlah, jika jauh maka dekatkanlah”.

“Demi kebenaran dhuhaMu, keagunganMu, keindahanMu, kekuatanMu dan kekuasaanMu, berikanlah kepadaku sebagaimana apa yang Engkau berikan kepada hambamu yang sholeh”

Doa tersebut sudah lengkap inshaAllah, seperti berada dalam penjagaan serta perlindungan Allah, dosa-dosanya akan dihapuskan, terjaga dari berbagai perbuatan buruk, dimasukkan dalam golongan orang-orang yang berbuat ihsan.

Menghafal Doa Duha

Kamu bisa mendengarkan Nasyid do’a sholat dhuha dibawah ini supaya lebih cepat hafal, tentunya kalau sudah hafal tidak perlu dilagukan seperti layaknya menyanyi ketika berdo’a

Dzikir Setelah Sholat Dhuha

Setelah selesai menunaikan sholat sunnah Dhuha, kita juga disunnahkan untuk berdzikir menyebut nama Allah. Membaca kalimat tasbih, tahlil dan tahmid termasuk dalam berdzikir yang dibaca seusai menunaikan sholat sunnah Dhuha.

Apalagi karena dzikir ini akan menyempurnakan sholat sunnah Dhuha serta membawa kita mendapat fadhilah atau keutamaan dari sholat sunnah Dhuha. Wasiat khusus dari Rasulullah ialah agar ummatnya tak meninggalkan tiga hal setelah beliau meninggal, yaitu puasa tiga hari dalam sebulan, sholat Dhuha dan tidur dalam keadaan telah mengerjakan sholat witir.

Manfaat & Keutamaan Sholat Dhuha

Manfaat yang bisa didapat dari sholat Dhuha sendiri sangat beragam, baik dari segi jasmani maupun rohani. Diriwayatkan dari Buraidah ra bahwa ia berkata Rasulullah bersabda,

manusia memiliki 363 ruas dan semuanya wajib bersedekah. Jika tidak mampu melakukannya, maka dua rakaat sholat sunnah Dhuha akan mewakili kewajiban bersedekah ini.

Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, Rasulullah bersabda bahwa

tiap dari seseorang ada sedekahnya, dalam tiap ucapan tasbih, tahmid dan tahlil adalah sedekah. Demikian juga dengan ucapan takbir, menyuruh kebaikan serta mencegah kemungkaran juga termasuk sedekah. Dua rakaat sholat sunnah Dhuha juga termasuk sedekah serta akan diberi pahala.

Manfaat lain dari sholat sunnah Dhuha ialah diberikan ghanimah atau keuntungan yang besar. Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra dikatakan bahwa Rasulullah mengirim pasukan perang dan Nabi berkata agar mereka memperoleh ghanimah atau keuntungan dan segera kembali. Rasulullah bertanya pada mereka, apakah mereka mau ditunjukkan pada satu tempat yang paling dekat dari musuh, paling banyak keuntungannya serta cepat kembalinya. Jawaban Rasulullah ialah siapapun yang berwudhu lalu masuk dalam masjid dan melakukan sholat sunnah Dhuha, dialah yang akan paling dekat dengan tempat tujuan atau tempat perangnya, lebih banyak keuntungannya serta lebih cepat pula kembalinya.

Keuntungan lain dari melaksanakan sholat sunnah Dhuha adalah akan dibangunkan sebuah rumah dalam surga. Hal ini tersebut dalam Shahih al-Hami: 634. Diriwayatkan pula oleh Anas secara marfu bahwa siapapun yang mengerjakan sholat sunnah Dhuha sebanyak 12 rakaat, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.

Rasulullah bersabda bahwa dalam surga akan terdapat pintu dengan nama bab al dhuha atau pintu dhuha, di mana di hari kiamat nanti akan ada yang memanggil orang-orang yang gemar mengerjakan sholat sunnah Dhuha, maka orang-orang akan masuk dari pintu itu dengan rahmat Allah. Sholat sunnah Dhuha yang dilaksanakan pada pagi hari, maka ganjarannya akan segera didapat pada sore harinya. Pahalanya juga setara dengan pahala orang yang menunaikan ibadah umroh.

Keutamaan sholat Dhuha tak sekedar dari segi rohani namun juga jasmani. Manfaat kesehatan sholat sunnah ini sangat beragam. Salah satunya adalah olahraga tanpa disadari. Apalagi karena sholat sunnah Dhuha dilaksanakan pada pagi hari sekitar pukul 09.00 sehingga sangat baik untuk berolahraga.

Melaksanakan sholat ini juga terbilang penting untuk melancarkan aliran darah dan menjaga agar sirkulasi darah tetap lancar. Manfaat lain dari segi kesehatan ialah menormalkan hormon produksi sehingga sangat efektif dalam menjaga kesehatan tubuh. Terakhir, sholat sunnah Dhuha juga menciptakan hidup yang lebih tenang serta menghilangkan stres. Ketenangan pikiran akan tercapai berkat sholat sunnah yang rutin seperti di waktu Dhuha ini